Anda Berada di halaman : Berita » Sebagian Besar Fosil di Situs Sangiran Ditemukan Penduduk Setempat
 

Layanan Utama

Berita Foto

<a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/129'>Pembukaan Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/130'>Peserta Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/131'>Pembukaan Diklat In Service Learning-2 Program PKB KS/M SMP Prov. Jatim Peserta Th. 2014</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/133'>Peserta IN 1 Prov. Riau mengikuti Kegiatan Pembukaan</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/134'>Kasi SI LPPKS menghadiri Pembukaan Kegiatan Diklat In 1 Prov. Riau</a>
Prev Next

Polling

Seberapa penting pelaksanaan Diklat Kepala Sekolah Pembelajar yang merupakan tindak lanjut hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah?





Sebagian Besar Fosil di Situs Sangiran Ditemukan Penduduk Setempat
Kategori : Kebudayaan Oleh : administrator Ditulis : Jum'at, 07 April 2017 Hits : 56
Jakarta, Kemendikbud --- Sampai sekarang Situs Sangiran terus menunjukkan bukti kekayaan arkeologinya dengan terus ditemukannya fosil-fosil. Setiap tahun selalu ada temuan baru fosil dan dicatat dengan baik, diteliti, dan dimanfaatkan untuk ilmu pengetahuan. Menariknya, fosil yang terdapat di Situs Sangiran sebagian besar bukan ditemukan oleh para peneliti profesional, melainkan oleh penduduk yang tinggal di kawasan situs ini.
 
Fosil-fosil di Situs Sangiran sebagian besar ditemukan secara tidak sengaja di lapisan tanah purba di Situs Sangiran oleh masyarakat setempat. Karena ketidaktahuan masyarakat tentang cara teknis penyelamatan temuan, seringkali pada saat mereka mengangkat temuannya justru menyebabkan temuan itu jadi rusak atau hancur.
 
Penerimaan temuan fosil dari penduduk setempat adalah salah satu model tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh BPSMP Sangiran. Penyerahan fosil berawal dari kesadaran masyarakat yang dengan sukarela menyerahkan fosil yang ditemukannya atau dimilikinya. Penyerahan fosil dilakukan secara langsung oleh warga yang membawa fosil temuannya ke kantor BPSMP Sangiran yang kemudian diterima oleh petugas. Temuan fosil lalu untuk sementara ditempatkan di laboratorium untuk didata, diidentifikasi, kemudian dikonservasi.
 
Namun, fosil yang diserahkan langsung oleh warga setempat seringkali tidak dilengkapi dengan data dan informasi yang akurat dan lengkap. Hal yang biasa terjadi pada penyerahan temuan fosil adalah penyerahan fosil tidak dilakukan langsung pada saat hari penemuannya. Fosil disimpan dulu di rumah penemu dalam waktu yang lama, sehingga penemu sering lupa kapan dan di mana lokasi penemuannya. Selain itu, fosil yang diserahkan penduduk seringkali berupa pecahan atau tidak utuh, dan fosil sudah dibersihkan sehingga tidak terdapat lapisan tanah yang menempel pada fosil tersebut. Hal itu menyebabkan informasi mengenai fosil tersebut tidak dapat digali lebih lanjut.
 
Karena itulah Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud yang bertugas mengelola Situs Sangiran, aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat tentang cara penyelamatan temuan fosil. Tidak hanya itu, BPSMP Sangiran pun memberikan imbalan kepada anggota masyarakat yang menemukan fosil dan menyerahkannya ke BPSMP Sangiran.
 
Pada tahun 2017 ini, hingga bulan Februari tercatat telah ditemukan fosil sebanyak 305 fragmen, yang sebagian besar ditemukan warga sekitar. Pada Maret 2017 lalu, Kepala BPSMP Sangiran, Sukronedi, menyerahkan kompensasi kepada penduduk setempat atas kerelaannya menyerahkan temuan fosil ke BPSMP Sangiran. Pemerintah memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan dan kompensasi berupa sejumlah uang kepada para penemu fosil.
 
Periode pertama pemberian kompensasi kepada penemu fosil di Situs Sangiran tahun 2017 dilaksanakan pada Kamis, (23/3/2017). Pemberian kompensasi diberikan kepada 47 orang yang menemukan fosil di Situs Sangiran sepanjang Januari hingga Maret 2017. Apresiasi tersebut diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai cagar budaya.
 
Upaya pelestarian Situs Sangiran terus dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan kegiatan sarasehan, sosialisasi, dan pemberian imbalan bagi anggota masyarakat yang menemukan fosil dan  menyerahkan fosil temuannya kepada BPSMP Sangiran. Upaya tersebut terus intensif dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya fosil bagi ilmu pengetahuan. Kegiatan tersebut sudah dianggarkan setiap tahunnya, sehingga saat ini dapat menekan penjualan gelap fosil dan aktivitas pencarian fosil yang dilakukan masyarakat.
sumber: click here