Anda Berada di halaman : Berita » Wapres Jusuf Kalla Buka Pameran Lukisan Istana di Galeri Nasional
 

Layanan Utama

Berita Foto

<a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/129'>Pembukaan Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/130'>Peserta Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/131'>Pembukaan Diklat In Service Learning-2 Program PKB KS/M SMP Prov. Jatim Peserta Th. 2014</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/133'>Peserta IN 1 Prov. Riau mengikuti Kegiatan Pembukaan</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/134'>Kasi SI LPPKS menghadiri Pembukaan Kegiatan Diklat In 1 Prov. Riau</a>
Prev Next

Polling

Seberapa penting pelaksanaan Diklat Kepala Sekolah Pembelajar yang merupakan tindak lanjut hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah?





Wapres Jusuf Kalla Buka Pameran Lukisan Istana di Galeri Nasional
Kategori : Kebudayaan Oleh : administrator Ditulis : Selasa, 01 Agustus 2017 Hits : 34
Jakarta, Kemendikbud --- Wakil Presiden (wapres) Jusuf Kalla secara resmi membuka Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa pagi (1/8/2017). Dalam sambutannya, Wapres mengapresiasi penyelenggaraan Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan yang pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya. Ia mengatakan, lukisan-lukisan koleksi Istana Kepresidenan itu tidak lepas dari peran besar mantan Presiden Soekarno.
 
“(Lukisan-lukisan terebut) benar-benar harta yang tidak ternilai, yang sebagian besar ada di Istana. Patut diketahui juga bahwa Bung Karno lah yang memelopori begitu banyak lukisan yang sangat bermutu dan berharga,” ujar Wapres JK saat pembukaan pameran di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, (1/8/2017). Ia menambahkan, lukisan koleksi Istana Kepresidenan memiliki makna sejarah, keindahan alam, dan perilaku bangsa.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam laporannya mengatakan, Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan bertujuan untuk membuka akses apresiasi seni milik istana kepada masyarakat luas. “Judul pameran kali ini adalah Senandung Ibu Pertiwi, yang bisa dimaknai tanah air tempat kita dilahirkan dan tempat kita berkarya bersama. Tujuannya agar masyarakat bisa menikmati karya seni kita di masa lalu,” tuturnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meluangkan waktu bersama keluarga dengan mengunjungi Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan.
 
Selain pameran lukisan, ada beberapa agenda pendamping, yaitu Lokakarya (workshop) Melukis Tas Kanvas Bersama Komunitas Difabel, Diskusi Seni “Menjaga Ibu Pertiwi”, Lomba Lukis Kolektif Tingkat Nasional, dan Lokakarya Menjadi Apresiator Seni, serta Tur Galeri. Bagi yang berminat mengikuti kegiatan pendamping tersebut dapat mendaftar melalui nomor telepon (021) 3483 3954.
 
Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan tahun ini dibuka untuk publik pada  tanggal 2 s.d. 30 Agustus 2017, tanpa dipungut biaya (gratis). Sebanyak 48 lukisan dari total lukisan koleksi Istana Kepresidenan yang mencapai 3.000 buah menjadi karya seni yang dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia tahun ini. Lukisan tertua yang dipamerkan dalam pameran tersebut berjudul “Harimau Minum” karya Raden Saleh. Lukisan itu telah berusia 154 tahun. 
Sumber: click here