Anda Berada di halaman : Berita » Mendikbud : Peran dan posisi Kepsek perlu diubah
 

Layanan Utama

Berita Foto

<a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/129'>Pembukaan Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/130'>Peserta Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/131'>Pembukaan Diklat In Service Learning-2 Program PKB KS/M SMP Prov. Jatim Peserta Th. 2014</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/133'>Peserta IN 1 Prov. Riau mengikuti Kegiatan Pembukaan</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/134'>Kasi SI LPPKS menghadiri Pembukaan Kegiatan Diklat In 1 Prov. Riau</a>
Prev Next

Polling

Seberapa penting pelaksanaan Diklat Kepala Sekolah Pembelajar yang merupakan tindak lanjut hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah?





Mendikbud : Peran dan posisi Kepsek perlu diubah
Kategori : Kepala Sekolah Oleh : administrator Ditulis : Kamis, 31 Desember 2015 Hits : 504

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, mengatakan peran dan posisi kepala sekolah (kepsek) harus diubah dan bukan hanya sekedar guru yang diberi tugas tambahan.

"Kepsek harus diubah peran dan posisinya, supaya bisa menjadi pemimpin di sekolah," ujar Mendikbud di Jakarta, Selasa.

Hal itu disampaikan Mendikbud usai mengajak ratusan kepala sekolah berintegritas ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anies mengatakan dirinya mengajak kepala sekolah jujur ke KPK agar kepsek berperan besar dalam mencegah korupsi yang bermula dari ketidakjujuran.

"Kalau ini dilakukan maka tidak hanya meredefinisi arti kepsek, tetapi lebih luas karena menyangkut konteks Indonesia."

Selain itu, dia juga melihat pengembangan kompetensi kepsek bisa dilakukan oleh institusi lain. Pemerintah hanya berfungsi memberikan standar minimal.

"Pengembangan yang dilakukan harus dijadikan sebagai kesempatan berkarir," jelas dia.

Sementara itu, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Sumarna Surapranata, mengatakan pihaknya mengundang sebanyak 503 guru dari seluruh Tanah Air.

Para kepsek tersebut berhasil menjaga integritas dengan tidak membiarkan kecurangan pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

"Penghargaan kepada kepsek ini akan kami teruskan. Kami berharap para kepsek tetap menjaga integritasnya dengan tidak membiarkan anak-anak mencontek. Bahkan kalau bisa, menularkannya pada yang lain," kata Pranata.

Ketua Umum Asosiasi Kepsek Seluruh Indonesia, Cucu Saputra, mengatakan saat ini tugas kepala sekolah hanyalah guru yang mendapat tugas tambahan.

"Akibatnya banyak kepsek yang setengah hati menjalankannya. Padahal tugas utama kepsek, adalah tugas manajerial," kata Cucu.

 

sumber: click here