Anda Berada di halaman : Berita » Arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kepada LPPKS
 

Layanan Utama

Berita Foto

<a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/129'>Pembukaan Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/130'>Peserta Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/131'>Pembukaan Diklat In Service Learning-2 Program PKB KS/M SMP Prov. Jatim Peserta Th. 2014</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/133'>Peserta IN 1 Prov. Riau mengikuti Kegiatan Pembukaan</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/134'>Kasi SI LPPKS menghadiri Pembukaan Kegiatan Diklat In 1 Prov. Riau</a>
Prev Next

Polling

Seberapa penting pelaksanaan Diklat Kepala Sekolah Pembelajar yang merupakan tindak lanjut hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah?





Arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kepada LPPKS
Kategori : LPPKS News Oleh : administrator Ditulis : Kamis, 16 Maret 2017 Hits : 287

Pagi ini menjadi hari yang tidak biasa bagi LPPKS, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, tiba-tiba staf LPPKS mendapat kabar akan ada kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.

Dalam kunjungannya ke LPPKS, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut memberikan sedikit arahan kepada seluruh staf LPPKS. Adapun dalam arahannya bapak Menteri menyampaikan masalah/problem yang dihadapi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan khususnya LPPKS tentang perkepalasekolahan adalah soal otonomi daerah, dimana pengangkatan kepala sekolah menjadi wewenang daerah masing-masing dan Kemdikbud tidak bisa melakukan intervensi terhadaapnya. Maka dari itu, LPPKS mempunyai tugas yang berat untuk dapat mengajak dan menumbuhkan kesadaran semua daerah dalam hal pengangkatan Kepala Sekolah sesuai dengan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Hal itu pula yaang menyebabkan Menteri Pendidikan Indonesia ke 43 itu salut dengan LPPKS karena telah berhasil menggandeng sektar 70% kepala daerah di Indonesia untuk dapat mengimplementasikan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010. Kemudian beliau juga menyampaikan soal paradigma yang kurang benar soal Kepala Sekolah yang hanya sekedar tugas tambahan, harusnya kepala sekolah itu menjadi tugas khusus yang kedepannya menjadi salah satu jenjang karier seorang guru, sehingga guru yang telah menjadi kepala sekolah tidak akan lagi mejadi guru melainkan menjadi kepala sekolah tempat lain apabila sudah selesai periode masa jabatannya. Beliau menambahkan bahwa kepala sekolah kedepannya tidak lagi perlu mengajar, karena tugas kepala sekolah adalah menjadi manager yang akan memajukan sekolah dan memintarkan murid di sekolahnya.

Tidak lupa himbauan kepada seluruh staf LPPKS untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya, beliau mengibaratkan setiap bulannya kita menerima gaji dari pemerintah dengan nominal yang berbeda tiap individunya, sudahkan kinerja kita sebanding dengan gaji yang kita terima? Harusnya apa yang kita berikan bisa dua atau tiga kali lipat dari yang kita terima.

Terakhir beliau menyampaikan harapanya supaya kedepannya pendidikan di Indonesia bisa maju dan mengejar ketertinggalannya dari negara lain.  Setelah selesai memberikan arahan, bapak Menteri menyempatkan berfoto bersama dengan seluruh staf LPPKS sebelum bertolak ke Kabupaten Boyolali.