Anda Berada di halaman : Berita » Serahkan KIP di Perbatasan, Presiden Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan
 

Layanan Utama

Berita Foto

<a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/129'>Pembukaan Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/130'>Peserta Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/131'>Pembukaan Diklat In Service Learning-2 Program PKB KS/M SMP Prov. Jatim Peserta Th. 2014</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/133'>Peserta IN 1 Prov. Riau mengikuti Kegiatan Pembukaan</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/134'>Kasi SI LPPKS menghadiri Pembukaan Kegiatan Diklat In 1 Prov. Riau</a>
Prev Next

Polling

Seberapa penting pelaksanaan Diklat Kepala Sekolah Pembelajar yang merupakan tindak lanjut hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah?





Serahkan KIP di Perbatasan, Presiden Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan
Kategori : Pendidikan Oleh : administrator Ditulis : Jum'at, 17 Maret 2017 Hits : 58

Kapuas Hulu, Kemendikbud -- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 515 siswa di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (6-3-2017). Presiden kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Republik Indonesia.

"Saya yakin anak-anak di Badau ini pintar-pintar. Kalau anak-anak kita pintar dan kuat, maka bangsa Indonesia pun akan semakin kuat dan mampu bersaing dengan bangsa lain," ujar Presiden Jokowi yang baru saja meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Badau yang langsung berbatasan dengan Malaysia.

Presiden berpesan kepada para penerima KIP, agar nantinya bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. "Nanti (bantuannya) dipakai untuk beli perlengkapan sekolah, sepatu, seragam, buku tulis," jelas Jokowi.

KIP dibagikan Presiden kepada para siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Kapuas Hulu dengan rincian 237 anak dari Kecamatan Badau, 218 anak dari Kecamatan Batang Lupar, dan 60 anak dari Kecamatan Empenang. Dari jenjang SD siswa penerima KIP langsung dari Presiden diwakili oleh Matheus Umpang dan Yusria. Sementara dari jenjang SMP diwakili oleh Anita April dan Jasni. Selanjutnya dari jenjang SMA diwakili oleh Sulut dan Diana Novita.

Senada dengan Presiden, Menko PMK mengimbau agar seluruh bantuan yang diterima baik KIP, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Makanan Tambahan (PMT), dan Program Keluarga Harapan (PKH) dapat digunakan secara efektif dan efisien serta jangan berlebihan. "Kalau menggunakannya dengan berlebihan, tidak baik," tutur Menko Puan.

Ditemui dalam kesempatan tersebut, Mendikbud Muhadjir menyampaikan bahwa penyerahan KIP untuk siswa di daerah perbatasan ini merupakan upaya pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan. Hal ini sesuai dengan tema kerja pemerintah di tahun 2017 yaitu pemerataan.

"Bangsa kita akan terus maju jika generasi muda kita mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan memadai dan semua mendapatkan kesempatan yang sama," tambah Mendikbud Muhadjir Effendy.

Penyerahan KIP ini, bersamaan dengan penyerahan paket bantuan sosial di antaranya KIS, PMT dan PKH. Selain mengunjungi Kabupaten Kapuas Hulu, Presiden bersama rombongan akan mengunjungi Kabupaten Mempawah, Sambas dan Singkawang di Provinsi Kalimantan Barat.

Turut hadir dalam kegiatan bersama Presiden dalam kunjungan kerja kali ini, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita F. Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) Basoeki Hadimoeljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Gatot Nurmantyo, serta Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris.

 

sumber: click here