Anda Berada di halaman : Berita » Berbalas Pantun di Pembukaan Olimpiade Sains Nasional 2017
 

Layanan Utama

Berita Foto

<a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/129'>Pembukaan Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/130'>Peserta Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/131'>Pembukaan Diklat In Service Learning-2 Program PKB KS/M SMP Prov. Jatim Peserta Th. 2014</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/133'>Peserta IN 1 Prov. Riau mengikuti Kegiatan Pembukaan</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/134'>Kasi SI LPPKS menghadiri Pembukaan Kegiatan Diklat In 1 Prov. Riau</a>
Prev Next

Polling

Seberapa penting pelaksanaan Diklat Kepala Sekolah Pembelajar yang merupakan tindak lanjut hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah?





Berbalas Pantun di Pembukaan Olimpiade Sains Nasional 2017
Kategori : Pendidikan Oleh : administrator Ditulis : Selasa, 04 Juli 2017 Hits : 91
Pekanbaru, Kemendikbud --- Lezatnya ikan patin dan buah durian. Di Provinsi Riau sebagai produk unggulan. Jangan main-main dengan urusan pendidikan. Nasib masa depan bangsa menjadi taruhan. Itulah sebait pantun yang dibacakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat acara pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017 di Pekanbaru, Riau, (3/7/2017).
 
Tidak hanya itu, masih dalam suasana Idulfitri, Mendikbud juga membuat sebait pantun khusus. "Makan ketupat dari Indragiri. Sedapnya kuah dari Pelalawan. Selamat Hari Raya Idulfitri. Khilaf dan salah mohon dimaafkan," katanya.
 
"Pantun ini saya buat jam 3 pagi tadi," ujar Mendikbud yang diikuti tawa para peserta OSN 2017 di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Riau.
 
Dibacakannya pantun tersebut oleh Mendikbud bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pun menyampaikan beberapa bait pantun saat menyampaikan sambutan di pembukaan OSN 2017. "Bukan pedang sembarang pedang. Pedang dibeli dari Papua. Bukan datang sembarang datang. Kami datang untuk menjadi juara," katanya. Bahkan saat menutup sambutannya, ia kembali membacakan sebait pantun. "Jakarta kotanya indah. Di sana ada istana presiden. Kalau ada kata yang salah, mohon maaf seratus persen," tuturnya.
 
Riau yang terkenal dengan sebutan Tanah Melayu memang kental dengan tradisi berpantun. Pantun menjadi salah satu tradisi orang Melayu yang kerap dibacakan di acara resmi, saat pidato, atau acara nonformal sekali pun. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.
 
Selain pantun, nuansa budaya Melayu yang kental juga terasa melalui musik pengiring dan pertunjukan hiburan dalam acara pembukaan OSN 2017. Setiap kali ada pejabat yang akan menyampaikan sambutan, lantunan musik Melayu akan mengiringi perjalanan mereka mulai dari tempat duduk hingga mereka tiba di podium di atas panggung.
 

Selain itu, beragam tarian tradisional khas Melayu juga memeriahkan pembukaan OSN 2017. Pembukaan OSN 2017 diawali dengan Tari Sekapur Sirih sebagai tarian penyambutan atau tarian selamat datang, kemudian diakhiri dengan Tari Zapin. Tari Zapin adalah tari tradisional khas Melayu yang sangat populer di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Kata zapin berasal dari bahasa Arab, yaitu "Zafn" yang berarti gerak cepat.

 

sumber: click here