Anda Berada di halaman : Berita » Kemendikbud Selenggarakan Diskusi Penguatan Pendidikan Karakter Bersama Komunitas
 

Layanan Utama

Berita Foto

<a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/129'>Pembukaan Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/130'>Peserta Diklat IN 1 Prov. Sumatera Barat</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/131'>Pembukaan Diklat In Service Learning-2 Program PKB KS/M SMP Prov. Jatim Peserta Th. 2014</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/133'>Peserta IN 1 Prov. Riau mengikuti Kegiatan Pembukaan</a> <a href='http://lppks.kemdikbud.go.id/berita_foto/134'>Kasi SI LPPKS menghadiri Pembukaan Kegiatan Diklat In 1 Prov. Riau</a>
Prev Next

Polling

Seberapa penting pelaksanaan Diklat Kepala Sekolah Pembelajar yang merupakan tindak lanjut hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah?





Kemendikbud Selenggarakan Diskusi Penguatan Pendidikan Karakter Bersama Komunitas
Kategori : Pendidikan Oleh : administrator Ditulis : Rabu, 02 Agustus 2017 Hits : 51
Jakarta, Kemendikbud – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakn forum diskusi pendidikan bertemakan Penguatan dan Pemberdayaan Masyarakat Membangun Karakter Cerdas. Forum diskusi ini dihadiri oleh 25 komunitas dan  lembaga swadaya masyarakat serta tiga narasumber, yaitu Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pengembangan Karakter, Arie Budhiman, Henny Supolo dari Yayasan Cahaya Guru, dan Prof. Dr. Djoko Saryono, dosen  Universitas Negeri Malang.
 
Diskusi berlangsung di di Perpustakan Kemendikbud, Jakarta, pada Selasa siang, (1/8/2017). Arie Budhiman mengatakan, ada tiga pusat pendidikan yang diperhatikan untuk mewujudkan pendidikan karakter, yaitu guru, orang tua, dan masyarakat. Ia juga menuturkan, dengan berkembangnya generasi milenial, banyak hal yang menjadi tantangan dalam dunia pendidikan terutama dalam perkembangan karakter.
 
“Lima nilai utama yang ditekankan dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) ini adalah religius, nasionalis, gotong royong, integritas, dan mandiri. Dengan adanya lima nilai tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi bangsa yang cerdas, tangguh  dan berkarakter,” katanya.
 
Menurutnya, penerapan pengembangan pendidikan berkarakter tidak hanya dilakukan melalui sekolah, melainkan dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti komunitas dan masyarakat, karena pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Ia pun mengingatkan imbauan Mendikbud Muhadjir Effendy yang meminta seluruh pemerintah daerah untuk membuka pintu fasilitas sebagai sumber belajar anak-anak.
 
 

Penyelenggaraan forum diskusi seperti ini diharapkan dapat menyosialisasikan kebijakan PPK, sehingga dalam penerapannya terutama di daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) dapat berjalan sesuai dengan tujuan. Selain itu, guru, orang tua, dan elemen masyarakat juga diharapkan dapat turut serta bekerja sama mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas.

 

Sumber: click here