Budaya Menjadi Haluan Pembangunan Nasional


Jakarta, Kemendikbud --- Salah satu agenda dalam Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 adalah membahas tentang sejarah Undang-undang Pemajuan Kebudayaan. Dalam seminar yang digelar di Graha Utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ferdiansyah memaparkan bagaimana lika-liku proses dari penyusunan hingga pelaksanan kongres.

Ia menyampaikan bahwa sejak UUD 1945 disusun, para pendiri bangsa menyadari pentingnya posisi kebudayaan dalam membentuk bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan nasional. Kesadaran ini jelas terlihat pada Pasal 32 UUD 1945 tentang jaminan negara kepada masyarakatnya untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan. "Hal apapun dalam pembangunan nasional itu beraspek dari budaya. Akhirnya kita menyimpulkan, budaya menjadi haluan pembangunan nasional,” tuturnya di Jakarta (5/12/2018).
 
Dalam paparannya, Ferdi menjelaskan bahwa sesungguhnya sejak zaman kolonial dahulu, tahun 1918, kesadaran akan pentingnya kebudayaan secara kolektif telah ada, meskipun saat itu hanya terbatas pada kebudayaan Jawa. Saat itu, walaupun dibatasi oleh pemerintah kolonial pada lingkup bahasa, kongres pertama ini tetap mengupas segala aspek tentang kebudayaan.
 
Selanjutnya pasca kemerdekaan Republik Indonesia, Kongres Kebudayaan telah digelar sebanyak lima kali sejak 1948 hingga 1960. Kongres tersebut sempat terputus selama tiga dekade, hingga kongres selanjutnya kembali digelar pada 1991.
 
Anggota DPR dari dapil Kabupaten Garut ini menuturkan pentingnya peran negara untuk membantu masyarakat merumuskan strategi kebudayaan. "Negara, dengan kata lain seharusnya memainkan peranan sebagai pandu masyarakat , yakni membantu masyarakat merumuskan strategi kebudayaan nya sendiri sekaligus membimbing masyarakat agar tetap sadar akan tujuan kehidupan bersama sebagai bangsa Indonesia yang diikat oleh cita-cita suci proklamasi kemerdekaan Indonesia," katanya.
 
Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 mejadi salah satu hajat besar di tahun ini, bukan hanya bagi Kemendikbud, melainkan juga bagi budayawan, seniman, dan seluruh masyarakat Indonesia. Acara yang digelar pada 5 hingga 9 November 2018 ini menyajikan berbagai macam diskusi tentang seni dan budaya serta dimeriahkan bermacam kesenian dan kuliner nusantara. 


Sumber : klik di sini

Share this Post: