Diklat In-Service Learning 1 Calon Kepala Sekolah Kabupaten Donggala Angkatan I

"Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di dalam suatu sekolah mempunyai tugas yang kompleks dan sangat menentukan maju mundurnya suatu sekolah." Hal itu disampaikan Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa SH dalam sambutannya saat membuka secara resmi Diklat In Service Learning-1 Calon Kepala Sekolah/Madrasah di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2017 dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS), pada hari Senin tanggal 25 September 2017. Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Ketua Tim Penggerak PKK, Forum Komunikasi Daerah Kabupaten Donggala,  Kepala Pimpinan OPD Kabupaten Donggala. Hadir pula wartawan radio RRI kota Palu. Usai membuka kegiatan, Bupati menyematkan tanda peserta diklat secara simbolik kepada perwakilan peserta.

Kepala LPPKS Indonesia, yang dalam hal ini diwakili oleh H. Mujiyono, S.Pd., M.Pd. adalam sambutannya mengatakan, dasar hukum pelaksanaan penyusunan rencana diklat calon kepala sekolah antara lain Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan National dan Peraturan Perundang-Undangan Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Diharapkan, lima kompotensi dasar (kepribadian, manajerial, sosial, kewirausahaan, dan supervisi) yang harus dimiliki kepala sekolah dapat berimbas pada kemajuan mutu pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Donggala..

Tujuan diklat calon kepala sekolah/madrasah adalah agar peserta (guru) sebagai  calon kepala sekolah/madrasah memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang dijadikan syarat. Ini adalah diklat angkatan pertama yang diadakan di Kabupaten Donggala dengan menggunakan dana APBD, yang semula direncanakan dengan dana mandiri. Namun karena kepedulian Bupati terhadap pentingnya kemajuan pendidikan di Kabupaten Donggala, maka Bupati memerintahkan agar penyelenggaraan diklat tersebut dilaksanakan dengan menggunakan APBD. Di sisi lain, BKD Kab Donggala berharap, tahun depan dapat disertakan sebagai daerah pitoting penyelenggaraan diklat PPCKS, mengingat kebutuhan kepala sekolah melalui jalur diklat masih cukup banyak. Banyak kepala sekolah yang menjabat saat ini belum pernah mengikuti diklat PPCKS.

Penyelenggaraan diklat yang bertempat di Wisma Donggala Kota Palu tersebut berjalan dengan lancar tanpa kendala suatu apa pun. Peserta tampak semangat mengikutinya, bahkan kelas bisa selesai hingga larut, karena mereka larut dalam menyelesaikan tugas-tugas belajarnya, baik kelompok maupun per- orangan. Tak kenal waktu, hingga larut malam pun mereka masih tetap berada di kelas.

Peserta diklat terdiri dari 39 orang yang lolos seleksi akademik dari sekitar 60 orang peserta. Sebuah angka yang dinilai cukup wajar, karena berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan LPPKS, pepserta yang lolos seleksi akademik tidak lebih 50% peserta. Diklat dilakukan dengan sistem in-on-in, karena peserta diharapkan calon tidak saja menguasai secara teori saja, namun dalam hal  pengimplementasiannya di sekolah nantinya, mereka juga harus mampu. In Service Learning-1 (In-1), lama diklat 7 hari (70 JP), dengan materi Umum, Inti, dan Penunjang.  Materi inti terdiri dari Latihan Kepemimpinan dan Manajerial. Latihan Kepemimpinan 26 JP, sedang Manajerial 23 JP. Latihan Kepemimpinan terdiri dari Dinamika Kelompok, Kepemimpinan Spiritual, Kepemimpinan Pembelajar, dan Kewirausahaan. Sementara itu, dalam Manajerial ada 12 materi, ditambah dengan RTK dan RTL. Setelah selesai tahap In-1, peserta akan ditugaskan untuk melaksanakan On-the job Learning (OJL)-on- atau magang sebagai kepala sekolah baik di sekolah sendiri maupun di sekolah magang - sekolah lain yang akreditasinya di atas sekolah sendiri, atau minimal sama. OJL ini berlangsung selama 3 bulan. Selama OJL berlangsung, untuk memantau perkembangan kegiatan peserta dan memastikan tagihan-tagihan tugas terlaksana, master trainer akan melakukan pendampingan antara dua sampai tiga kali. Hal ini dimaksudkan pula, agar permasalahan-permasalahan atau kendala yang dihadapi selama OJL bisa didiskusikan dan dicarikan solusinya.

Tahap akhir diklat, yaitu In-Service Learning 2 (In-2). Diperkirakan akan dilaksanakan pada bulan Desember 2017 minggu pertama. Peserta sudah harus menyelesaikan dan membawa hasil laporan (potofolio) selama magang dalam bentuk sudah dijilid dengan hardcover, CD (softcopy) laporan, materi presentasi (dengan format powerpoint), dan penilaian mentor dari sekolah sendiri dan sekolah magang.

Kabupaten Donggala adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten sekaligus pusat administrasi terletak di Kota Donggala. Kabupaten ini mempunyai luas sebesar 4275,08 km² dan berpenduduk sebanyak 293.742 jiwa pada tahun 2016. Donggala adalah kabupaten terluas ke-7, terpadat ke-4, dan memiliki populasi terbanyak ke-4 di Sulawesi Tengah. Kabupaten Donggala terdiri dari 16 kecamatan dan 166 desa/kelurahan. Donggala mengelilingi wilayah Kota Palu, dan berbatasan dengan Parigi Moutong di bagian timur, Tolitoli di bagian utara dan timur laut, Sigi di bagian selatan, dan Sulawesi Barat di bagian barat dan barat daya. Bupati Kasman Lassa adalah bupati yang sangat perhatian terhadap dunia pendidikan. Beliau sangat peduli, sehingga dana yang digelontorkan untuk bidang pendidikan cukup besar. Di pilkada yang akan datang, beliau termasuk calon incumbent independen yang sangat kuat. Ada hal yang menarik dan menjadi ciri khas beliau selaku bupati. Ia menyukai warna merah putih, sehingga apa pun ( seragam, kendaraan dinas, sarana lain) harus berwarna merah putih. Roadshow ke daerah-daerah di wilayahnya menjadi hal yang tidak terlewatkan dalam kesehariannya. Hal ini ini dilakukan untuk mengetahui keadaan daerah-dareah yang dipimpinnya, sehingga selalu terpantau olehnya. Di kantor dan di rumahnya disediakan ruang khusus, untuk menerima tamu, terutama warga masyarakat yang hendak menyampaikan sesuatu. Setiap tamu yang datang selalu dijamunya makan. Maka tak heran, dalam setiap bulannya sekian kwintal beras harus selalu tersedia. Inilah Donggala, dengan ikan segar, kaledo, dan bawang goreng khasnya.(nh/admin)

 

 

 

 

Share this Post: