Kemendikbud Gelar Konferensi Internasional tentang Penilaian dan Kebijakan Pendidikan (ICEAP)

Jakarta, Kemendikbud --- Untuk membangun daya saing organisasi, sebuah kerangka kerja harus diterapkan untuk menciptakan nilai sebagai keunggulan dan daya saing. Berkenaan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Penelitian Pendidikan (Puspendik), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) melakukan langkah terintegrasi sesuai dengan program yang dimiliki, di antaranya dengan menyelenggarakan Konferensi Internasional ke-2 tentang Penilaian dan Kebijakan Pendidikan/International Conference on Educational Assessment and Policy (ICEAP) di Jakarta sebagai upaya untuk membangun sumber daya dan hasil yang kompetitif. Tema yang diangkat kali ini yaitu “Sistem Inovatif dan Terpadu dalam Penilaian Pendidikan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran/An Innovative and Integrated System in Education Assessment to Improve the Quality of Learning".

“Agenda konferensi mencakup berbagai tema yang sangat menarik yaitu "Sistem Inovatif dan Terpadu dalam Penilaian Pendidikan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran", untuk menanggapi masalah reformasi birokrasi dan peran Balitbang,” demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, saat membuka kegiatan ICEAP diJakarta, Selasa (24/09/2019).

Dilanjutkan Didik, reformasi birokrasi adalah proses yang berkesinambungan untuk mereformasi dan mengubah sistem tata pemerintahan yang mendasar, terutama berkaitan dengan aspek organisasi, proses bisnis, dan sumber daya manusia. Beberapa langkah telah diaktualisasikan untuk menjadi lebih mendasar, komprehensif, dan sistematis, sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien.

“Sebagai bagian dari Balitbang, Puspendik harus berusaha mencapai indikator kinerja, yaitu (1) kapasitas untuk menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi dari luar; (2) kapasitas untuk melaksanakan ilmu dan teknologi penelitian dan pengembangan; dan (3) kapasitas untuk memperluas penyebaran pengetahuan dan teknologi,” ungkap Didik.

“Untuk mencapai indikator-indikator tersebut, sejak awal 2018, Puspendik telah menyiapkan program terpadu yang terdiri dari publikasi buletin (Buletin Asesmen), publikasi ilmiah (Jurnal Penilaian Pendidikan Indonesia), dan menyelenggarakan konferensi nasional dan internasional,” imbuh Didik.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud, Mochammad Abduh mengungkapkan bahwa konferensi ini adalah salah satu strategi untuk mendukung visi Puspendik untuk menjadi lembaga nasional profesional yang bekerja dengan standar internasional. “Dengan diskusi dan perencanaan menyeluruh yang didukung oleh sumber daya, Puspendik dengan bangga mempersembahkan platform internasional yang memberikan makna yang jelas dan terukur, serta mempunyai jangkauan luas,” tutur Abduh.

“Kami berharap acara ini akan menghasilkan konsep dan praktik inovatif mengenai penilaian dan kebijakan pendidikan yang bermanfaat untuk membuat keputusan dari tingkat mikro hingga makro,” ujar Abduh.

Konferensi ini diikuti 42 pemakalah dari 30 lembaga, baik universitas maupun instansi pemerintah dari berbagai negara. Dalam konferensi ini ditetapkan beberapa tujuan berkelanjutan, yaitu (1) membangun daya saing dan legitimasi Puspendik melalui program konferensi dan jurnal ilmiah; (2) Membangun sinergi antara Puspendik dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan konsep dan praktik penilaian pendidikan di Indonesia dan negara lain, dan; (3) membangun sinergi antara Puspendik dan pemangku kepentingan dalam menciptakan nilai-nilai publik melalui program konferensi dan jurnal ilmiah.
 

Pendidikan

Share this Post: