MENINGKATKAN POTENSI KEPEMIMPINAN DAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH MELALUI PENDAMPINGAN PENERAPAN TEORI U DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DI SMA NEGERI 1 TENJOLAYA KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT

Oleh: Drs. Yuli Cahyono, M.Pd

Widyaiswara Ahli Madya

LPPKSPS Karanganyar-Jawa Tengah

Best Practice dengan pendekatan riset dan pengembangan (research and Development) ini bertujuan untuk meningkatkan potensi kepemimpinan dan kompetensi kepala sekolah melalui kegiatan pendampingan oleh widyaiswara. Potensi kepemimpinan kepala sekolah adalah kemampuan, kekuatan, kesanggupan, dan/atau daya kepemimpinan yang dimiliki oleh kepala sekolah yang memungkinkan kepala sekolah mempengaruhi, menggerakkan, memberdayakan dan mengembangkan sumber daya yang dimiliki sekolah. Kompetensi kepala sekolah berdasarkan Permendiknas No 13 Tahun 2007 meliputi Kepribadian, Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi Akademik dan Sosial.

Dua hal tersebut, yakni potensi kepemimpinan dan kompetensi kepala sekolah, jika dimaksimalkan mampu mengubah ekosistem yang ada di sekolah, baik situasi dan kondisi ekologis, sosial maupun spiritual, misalnya melalui penerapan Teori U dalam kepemimpinan kepala sekolah. Keseimbangan pendidikan di sekolah mengakui adanya saling ketergantungan yang sangat penting diantara semua aspek pengembangan dalam setiap diri peserta didik dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Kerusakan ekosistem di sebuah sekolah menyebabkan ketidakseimbangan relasi di antara semua aspek penentu keberhasilan pendidikan di sekolah. Misalnya, kemiskinan orang tua menyebabkan kesehatan anak buruk. Kesehatan anak yang buruk mengganggu capain hasil belajar anak. Akhirnya, kualitas pembelajaran di sekolah menjadi menurun. Best Practice dilakukan oleh widyaiswara, dengan penekanan pada upaya untuk mengubah ekosistem sekolah. Sasarannya adalah semua stakeholder sekolah baik internal sekolah maupun eksternal sekolah. Hal ini sesuai dengan karakteristik dari Teori U yang lebih menekankan pada upaya untuk mengubah ekosistem sekolah.

Best Practice ini adalah sebuah kegiatan riset dan pengembangan (research and development) oleh widyaiswara LPPKSPS sebagai pendamping kepala sekolah selama tahun 2019-2020 dan mendapatkan kesimpulan akhir bahwa Teori U terbukti bisa diterapkan sebagai model kepemimpinan kepala sekolah untuk mengubah ekosistem di sekolah.  

Dampak penerapan Teori U yang dihasilkan menyangkut komponen: kondisi ekologis sekolah, kondisi sosial sekolah, dan kondisi spiritual sekolah. Kondisi ekologis sekolah mencakup sumber daya alam, sumber daya manusia, lokasi geografis, historis, dan daya dukung pemerintah. Kondisi sosial mencakup peserta didik, pendidik, sarana dan prasarana, pembiayaan, dan daya dukung komite sekolah. Sedangkan kondisi spiritual mencakup agama dan budaya. Dari aspek kondisi ekologis setelah diberi tindakan kepemimpinan oleh kepala sekolah melalui program pengembangan kewirausahaan sekolah, capaian kualitas ekosistem sekolah, kebahagiaan guru dan siswa, kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi kepala sekolah menghasilkan temuan, sebagai berikut: 1) kompetensi kepala sekolah meningkat dari 97,37 (Sangat Baik) menjadi 99,42 (Sangat Baik) dengan peningkatan sebesar 2,05; atau sebesar 7,24 poin; 2); 2) Potensi kepemimpinan kepala sekolah meningkat dari 94,84 (Sangat Baik) menjadi 99,47 (Sangat Baik) dengan peningkatan sebesar 4,63; atau sebesar 36,87 poin, 3); 3) Dampak perubahan yang terjadi terhadap ekosistem di SMA Negeri 1 Tenjolaya meningkat dari 71,79 (Baik) menjadi 97,70 (Sangat Baik) dengan peningkatan sebesar 25,91; atau sebesar 51,73 poin. Capaian ini menunjukkan peningkatan yang sangat bermakna.

Sedangkan 4) capaian kebahagiaan belajar siswa (98,6) (well-being siswa) dan capaian kebahagiaan bekerja guru (91,7) (well-being guru). Ini menunjukkan bahwa salah satu kendala bagi sekolah dan kepala sekolah untuk melakukan perubahan di sekolah juga berasal dari guru, khususnya pada guru-guru yang sulit untuk berubah (try hard teachers) dari pola belajar konvensional berbasis isi (content) ke pola belajar modern berbasis konteks (context), atau mindset guru yang tidak tumbuh dengan baik (fixed mindset), dan aspek psikologis, yakni kepribadian (personality) guru yang tidak relevan dengan prinsip-prinsip pembelajaran pada era sekarang, yakni pemecahan masalah dan berbasis proyek.

Capaian keberhasilan tersebut diperoleh dari hasil pengumpulan data menggunakan Checklist dari awal sampai akhir kegiatan, dan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi pada setiap tahapan kegiatan secara periodik di sepanjang tahun 2019-2020. Penerapan Teori U dalam kepemimpinan kepala sekolah dapat dijadikan sebagai indikator penentu keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah yang efektif untuk mengembangkan peserta didik, guru, dan sekolah dan ekosistem sekolah secara keseluruhan. Selanjutnya sebagai implikasi dari keefektifan tindakan kepemimpinan kepala sekolah ini, Teori U bisa dijadikan sebagai salah satu materi diklat pada pendidikan dan pelatihan baik pada Program Penyiapan Penguatan Kepala Sekolah (PP-KS) maupun pada pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah (CKS) dan diklat calon pengawas sekolah (CPS) dan pada diklat-diklat baik kepala sekolah maupun pengawas sekolah yang lain.

Kata kunci: Potensi kepemimpinan kepala sekolah (Angela Duckworth, 2017), (Ken Robinson and Lou Aronica, 2009) (Ken Robinson, 2017); Kompetensi kepala sekolah (Kemdikbud, 2017), (Madeline Levine, 2012), (Daoed Joesoef, 2018); Teori U (C. Otto Scharmer, 2018); Pengembangan sekolah (Nick Shackleton Jones, 2019), (Michael Carrol and Maria C. Gilbert, 2011), (David Cotton, 2016), (Carl D. Glickman, et all, 2014), (Jo Owen, 2017); Pengembangan kewirausahaan (Natalie Turner, 2018), (Ken Robinson, 2017); Bisnis Model Canvas (Martin Tomitsch et all, 2019); Ekosistem sekolah (Ken Robinson, 2015, (LIPI, 2013); Penguatan Karakter (Perpres No 87 Tahun 2017), (Terry Roberts, 2019), (Andy Lancaster, 2020), (Neil Postman and Charles Weingartner, 2001); Checklist (Atul Gawande, 2011), Monitoring dan evaluasi (LPPKS, 2017); Coaching (Ng Pak Tee, 2005); ( Henry Kimsey-House, Karen Kimsey House, Phillip Sandahl, Luara Whitworth, 2018); Pendampingan. Kebahagiaan belajar siswa (Students’Well-Being) (Fraillon J. 2004); Kebahagiaan bekerja guru (Teachers’Well-Being) (Fraillon J. 2004).

Relevan Forum terkait Best Practice ini; silahkan berkunjung ke Tayangan Web Seminar LPPKS Menyapa, tentang Coaching sebagai indikator penting kepemimpinan kepala sekolah yang efektif bisa diakses di Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=q8uzIGnZdnY&t=4120s

 

Share this Post: