PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN BAGI GURU MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN BERBASIS ZONASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HIGHER ORDER THINKING SKILLS/HOTS)

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Dr. Supriano, M.Ed, menyebutkan Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. selain itu peranan guru sangat penting dalam menentukan prestasi peserta didik. Guru harus selalu berupaya untuk menjaga keprofesionalannya dan selalu meng-update diri dengan melakukan berbagai keprofesian berkelanjutan.  

Data dari hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) di 34 provinsi di Indonesia, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud (Ditjen GTK) tahun 2015 menunjukkan -rata nasional hanya 44,5 jauh di bawah nilai standar 75. Bahkan kompetensi pedagodik dan profesional guru belum menunjukkan nilai yang menggembirakan yaitu rata-rata 53,05. Peringkat tertinggi di raih oleh Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai rata-rata 62,36 sedangkan Provinsi Maluku Utara menempati posisi paling bawah dengan skor 41,96. Hal ini membuktikan masih banyak guru yang cara mengajarnya kurang baik, cara mengajar di kelas membosankan, media pembelajaran yang digunakan kurang memadai dan lain sebagainya.

Langkah nyata dari Ditjen GTK untuk memperbaiki kompetensi guru adalah telah di laksanakannya program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKP) untuk guru yang didasarkan pada hasil Uji Kompetensi Guru. Program ini fokus utamanya adalah peningkatan kompetensi guru terutama dalam kompetensi pedagogi dan professional. Saat ini Ditjen GTK telah melaksanakan Program PKP Berbasis Zonasi dengan menfokuskan upaya memintarkan siswa melalui pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi atau dalam Bahasa Inggris nya Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Tujuan pemerintah khususnya Ditjen GTK, terlaksananya program PKP ini adalah mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan, meningkatkan efisiensi dan efektifitas peningkatan kompetensi pembelajaran, kegiatan dilakukan secara terintegrasi dalam satu area wilayah dengan mempertimbangkan jarak, akses, dan volume guru yang ikut serta, memudahkan dalam melakukan pemetaan kompetensi kinerja serta aktivitas guru, memudahkan dalam melakukan pembinaan terhadap program peningkatan kompetensi guru sesuai dengan hasil pemetaan yang dilakukan., memudahkan dalam melakukan supervisi dan koordinasi peningkatan kompetensi pembelajaran.

 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lanjutan makalah dapat di download di sini

 

Oleh:

Giyarni, S.Pd.

Seksi Peningkatan Kompetensi LPPKS

Share this Post: